Cara Limit Bandwidth di MikroTik dengan Queue
· 6 menit baca

Daftar isi8 bagian
Internet 50 Mbps yang dipakai 20 kamar kos tanpa aturan itu seperti jalan tol tanpa marka. Satu pengguna download game bisa menyedot semua bandwidth dan membuat yang lain gagal video call. Solusinya adalah limit bandwidth memakai Queue di MikroTik. Artikel ini membahas simple queue per IP, contoh limit 10M/10M, queue grup memakai PCQ, prioritas layanan penting, cara cek pemakaian, dan tips agar jaringan tetap responsif.
Anda hanya butuh Winbox dan akses admin. Semua contoh memakai RouterOS v7 dan cocok untuk kos, kafe, RT/RW-net, dan kantor kecil.

Konsep Dasar: Upload, Download, dan Max-Limit
Di MikroTik, target upload berarti trafik dari client ke internet, sedangkan target download berarti trafik dari internet ke client. Keduanya dibatasi lewat parameter max-limit pada queue. Format penulisannya upload/download, misalnya 10M/10M berarti upload maksimal 10 Mbps dan download maksimal 10 Mbps.
Ada dua parameter mirip yang sering membingungkan:
| Parameter | Arti | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| max-limit | Batas maksimal yang tidak boleh dilewati | Selalu diisi, ini pagar utama |
| limit-at | Jaminan minimal (CIR) yang diprioritaskan | Untuk layanan penting seperti kasir dan CCTV |
| burst | Kecepatan ekstra sesaat di atas max-limit | Agar browsing terasa responsif |
| priority | Urutan antrean saat bandwidth penuh (1 tertinggi, 8 terendah) | Untuk menangkan game dan video call |
Prinsip sederhananya: max-limit membatasi, limit-at menjamin, burst mempercepat kesan, priority mengatur siapa duluan saat rebutan.
Simple Queue per IP: Contoh 10M/10M
Simple queue adalah cara tercepat membatasi satu IP atau satu rentang IP. Cocok untuk kos di mana tiap kamar punya IP tetap via DHCP lease statis.
Contoh membatasi IP 192.168.10.11 sampai 5 Mbps upload dan 10 Mbps download:
/queue simple add name="kamar-11" target=192.168.10.11/32 max-limit=5M/10M comment="limit kamar 11"Contoh sesuai permintaan banyak pembaca, limit 10M/10M penuh untuk satu perangkat:
/queue simple add name="vip-10M" target=192.168.10.50/32 max-limit=10M/10M comment="paket 10M simetris"Contoh membatasi satu blok kamar sekaligus:
/queue simple add name="blok-kamar" target=192.168.10.0/24 max-limit=20M/50M comment="total blok kamar"Untuk kafe dengan voucher atau sistem sewa harian, pola namanya samakan dengan nomor meja atau nomor kamar agar mudah dicari. Aktifkan dan nonaktifkan queue dengan perintah:
/queue simple enable kamar-11
/queue simple disable kamar-11
/queue simple print statsPerintah print stats menampilkan rate aktual tiap queue sehingga Anda bisa melihat siapa yang sedang full speed.
PERINGATAN: jangan membuat puluhan simple queue manual dengan target tumpang tindih tanpa rencana. Queue yang tumpang tindih dievaluasi berurutan dari atas ke bawah, sehingga rule di bawah bisa tidak pernah tersentuh. Untuk puluhan pengguna, baca bagian PCQ di bawah.
Burst Agar Browsing Tetap Responsif
Limit kaku 2 Mbps terasa sangat lambat saat buka halaman web karena tiap klik butuh kecepatan sesaat. Burst memberi kecepatan ekstra selama beberapa detik pertama, lalu kembali ke max-limit. Hasilnya browsing dan chat terasa cepat, tetapi download besar tetap terkendali.
Contoh limit 2M/5M dengan burst 10 Mbps selama 30 detik:
/queue simple add name="kamar-burst" target=192.168.10.12/32 max-limit=2M/5M burst-limit=5M/10M burst-threshold=1M/3M burst-time=30s/30s comment="limit plus burst"Artinya jika pemakaian rata-rata di bawah threshold, pengguna boleh ngebut sampai burst-limit selama burst-time. Setelah itu kembali ke max-limit. Nilai di atas aman untuk kos: threshold setengah dari max-limit, burst dua kali max-limit, waktu 30 detik.
Queue Grup dengan PCQ untuk Banyak Pengguna
PCQ (Per Connection Queue) adalah tipe queue yang membagi bandwidth total secara adil ke tiap IP tanpa membuat rule satu per satu. Ideal untuk RT/RW-net dan kos di atas 20 pengguna.
Langkahnya tiga tahap:
- Buat tipe PCQ untuk upload dan download:
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-rate=2M pcq-classifier=src-address
/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-rate=5M pcq-classifier=dst-address- Buat queue tree atau simple queue induk yang memakai tipe tersebut:
/queue simple add name="grup-pcq" target=192.168.20.0/24 max-limit=20M/50M queue=pcq-upload/pcq-download comment="fair sharing kos blok B"Artinya total blok B maksimal 20 Mbps upload dan 50 Mbps download, dibagi adil di mana tiap IP dapat maksimal 2 Mbps upload dan 5 Mbps download. Jika hanya 5 orang online, mereka berbagi total 50 Mbps secara adil. Jika 25 orang online, tiap orang tetap kebagian proporsional tanpa satu orang menghabiskan semua.
PERINGATAN: pcq-rate 0 berarti tidak ada batas per pengguna, hanya total yang dibatasi. Pastikan pcq-rate terisi bila tujuan Anda adalah fair sharing per IP.
Prioritas: Menangkan Kasir, Game, dan Video Call
Saat bandwidth penuh, MikroTik melayani antrean berprioritas kecil dulu. Beri priority 1 atau 2 untuk layanan penting, dan 7 atau 8 untuk download besar.
Contoh prioritas untuk IP kasir:
/queue simple add name="kasir" target=192.168.10.2/32 max-limit=5M/10M limit-at=2M/5M priority=1/1 comment="kasir prioritas tertinggi"Contoh prioritas untuk ruangan meeting:
/queue simple add name="ruang-meeting" target=192.168.10.30/32 max-limit=5M/15M limit-at=3M/8M priority=2/2 comment="meeting dan video call"Untuk mangle lanjutan, tandai paket game dan video call lalu beri queue tree prioritas. Tetapi untuk usaha kecil, prioritas per IP di atas sudah menyelesaikan 80 persen keluhan lemot.
Cara Cek Pemakaian Bandwidth
Jangan menebak, ukur. Tiga cara cepat:
- Winbox menu Queues > Simple Queues, lihat kolom Rate. Klik dua kali queue untuk grafik real-time.
- Terminal:
/queue simple print statsmenampilkan bytes dan rate tiap queue. - Interface:
/interface monitor-traffic ether1 oncelalu bandingkan dengan total kapasitas ISP.
Jika total rate mentok di max-limit induk tetapi ISP masih longgar, naikkan max-limit induk. Jika satu IP selalu mentok tetapi komplain lemot, kemungkinan limit per IP terlalu kecil atau ada burst yang terlalu agresif.
Tips Agar Tidak Lemot Setelah Dilimit
Pertama, bedakan keluhan lemot karena bandwidth dan karena latency. Queue mengatasi bandwidth, tetapi latency tinggi biasanya karena bufferbloat atau satu pengguna upload besar. Batasi upload sedikit lebih ketat daripada download, misalnya 3M/10M, karena upload penuh membuat request download ikut antre.
Kedua, pisahkan trafik lokal dari limit. Trafik ke server lokal, printer, dan CCTV tidak perlu melewati queue internet. Gunakan target yang hanya mencakup segmen client internet, bukan seluruh subnet server.
Ketiga, jadwalkan bandwidth tambahan untuk jam sepi. Malam hari saat kantor tutup, naikkan max-limit via scheduler agar backup cloud dan update berjalan cepat:
/system scheduler add name="longgar-malam" start-time=23:00:00 interval=24h on-event="/queue simple set blok-kamar max-limit=30M/100M"Keempat, dokumentasikan tiap queue dengan comment yang jelas: nama kamar, paket langganan, dan tanggal. Saat pelanggan komplain, Anda bisa mencari queue dalam hitungan detik, bukan menebak satu per satu.
Verifikasi dan Troubleshooting
Setelah konfigurasi, lakukan speedtest dari IP yang dilimit. Hasil download harus mendekati max-limit download, tidak jauh di atasnya. Uji juga dua perangkat bersamaan untuk memastikan PCQ membagi adil.
Masalah umum pertama: limit tidak berpengaruh. Penyebab paling sering adalah fasttrack yang melewatkan queue. Nonaktifkan fasttrack atau beri pengecualian untuk trafik yang di-queue. Cek di IP > Firewall > Filter, rule fasttrack-connection harus di bawah rule yang menandai koneksi untuk queue, atau dinonaktifkan sementara untuk pengujian.
Masalah umum kedua: internet terasa putus-putus setelah dilimit. Biasanya max-limit induk terlalu kecil dibanding jumlah pengguna aktif. Naikkan bertahap 20 persen dan amati selama sehari.
Masalah umum ketiga: burst membuat speedtest terlihat normal tetapi pemakaian nyata tetap lambat. Itu wajar karena speedtest hanya mengukur detik pertama. Uji dengan download file 100 MB dan lihat kecepatan stabil setelah 30 detik, itulah max-limit sesungguhnya.
Mulai dari satu IP, verifikasi dengan speedtest, baru terapkan ke grup via PCQ. Dengan pola ini, limit bandwidth menjadi alat yang adil: tiap pengguna dapat jatahnya, layanan penting tetap prioritas, dan komplain lemot turun drastis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda max-limit dan limit-at pada queue?
Max-limit adalah batas maksimal yang tidak boleh dilewati, sedangkan limit-at adalah jaminan minimal yang diprioritaskan saat bandwidth penuh. Isi max-limit untuk semua queue, dan isi limit-at hanya untuk layanan penting seperti kasir dan ruang meeting.
Bagaimana cara membagi bandwidth adil untuk banyak pengguna?
Gunakan PCQ dengan pcq-rate per pengguna dan pasang pada queue induk per subnet. Contoh total 20M/50M dengan pcq-rate 2M/5M membuat tiap IP berbagi adil tanpa perlu membuat puluhan simple queue manual.
Kenapa limit queue tidak berpengaruh sama sekali?
Penyebab paling sering adalah fasttrack yang melewatkan queue. Nonaktifkan rule fasttrack sementara atau pindahkan di bawah rule penanda, lalu uji ulang dengan speedtest. Pastikan juga target IP dan urutan queue sudah benar.

