Lewati ke konten
mikrotik.ai.id
Tips & Trik

Backup Konfigurasi MikroTik: Export, Binary, dan Cloud

Redaksi MikroTik
· 6 menit baca
Backup Konfigurasi MikroTik: Export, Binary, dan Cloud
Daftar isi10 bagian
Baca jugaCara Reset MikroTik ke Pengaturan PabrikTutorial MikroTik

Router kantor mati saat jam kerja, dan tidak ada satu orang pun yang ingat urutan rule firewall, address list, atau secret PPPoE di dalamnya. Perangkat pengganti bisa dibeli hari itu juga, tetapi konfigurasi hasil setahun kerja tidak. Karena itu backup konfigurasi MikroTik bukan pekerjaan yang dikerjakan setelah jaringan rapi, melainkan langkah pertama sebelum menyentuh menu apa pun.

Di RouterOS ada dua mekanisme yang sama-sama disebut backup, padahal hasilnya berbeda jauh: export teks dengan ekstensi .rsc dan backup biner dengan ekstensi .backup. Memilih yang salah saat panik justru menambah masalah. File biner hanya bisa dipulihkan di versi RouterOS yang sama, sedangkan file teks bisa dibaca, disunting, lalu dipakai di perangkat lain. Artikel ini membahas keduanya, ditambah cloud backup, penjadwalan otomatis, dan urutan restore yang tidak membuat router mengulang dari nol.

Export dan backup biner, bedanya di mana

AspekExport (.rsc)Backup biner (.backup)
IsiPerintah konfigurasi dalam teksDatabase konfigurasi lengkap termasuk MAC address
Bisa dibaca manusiaYa, bisa disunting editor teksTidak, hanya bisa di-load
Pindah versi RouterOSRelatif aman, perintah dicocokkan ulangHarus versi sama
Password dan kunci rahasiaTersembunyi default di v7, perlu show-sensitiveIkut tersimpan, bisa dienkripsi
Akun dan password loginTidak pernah ikutIkut
Kasus pakaiPindah perangkat, audit, arsip jangka panjangRollback cepat di perangkat yang sama

Router produksi sebaiknya punya keduanya: export untuk pindah perangkat atau audit, backup biner untuk rollback cepat.

Langkah 1: cek ruang penyimpanan dan catat versi

Sebelum menyimpan apa pun, lihat sisa penyimpanan dan versi RouterOS.

routeros
/system resource print
/system package print

Perhatikan nilai free-hdd-space dan nomor versi. Catat versi di nama file, misalnya backup-7.25.1-20261107, supaya saat restore tidak perlu menebak.

Langkah 2: export konfigurasi ke file teks

Ada dua versi export yang perlu dibuat. Yang pertama untuk dibagikan ke forum atau vendor, yang kedua untuk arsip sendiri.

routeros
/export file=cfg-20261107
/export show-sensitive file=cfg-20261107-lengkap

File hasilnya muncul di menu /file dengan nama cfg-20261107.rsc. Di RouterOS v7 nilai sensitif disembunyikan secara default, jadi export biasa aman dikirim ke pihak lain. Untuk arsip sendiri, show-sensitive membuat kunci WireGuard, password WPA, dan shared secret PPPoE ikut tertulis. Satu pengecualian penting: password akun RouterOS tetap tidak pernah masuk ke export, bahkan dengan show-sensitive, sehingga akun admin harus dibuat ulang atau dipulihkan dari backup biner.

Kalau hanya satu bagian yang ingin diarsipkan, jalankan export dari menunya:

routeros
/ip firewall export file=cfg-firewall-20261107

Langkah 3: buat backup biner terenkripsi

Backup biner menyalin seluruh database konfigurasi, termasuk MAC address perangkat. Karena isinya sensitif, selalu pakai password.

routeros
/system backup save name=biner-20261107 password="kata-sandi-panjang" encryption=aes-sha256
/file print where name~"biner"

Hasilnya file biner-20261107.backup di menu Files. Tanpa password, file itu bisa dibuka siapa pun yang memegangnya, dan isinya setara kunci seluruh jaringan. Simpan kata sandi terpisah dari filenya, karena sandi yang hilang membuat arsip tidak berguna.

Langkah 4: simpan salinan di luar router

Backup yang hanya ada di dalam router tidak menolong ketika flash-nya rusak atau perangkat hilang. Unduh lewat Winbox (menu Files, tarik ke desktop) atau FTP, lalu simpan di dua lokasi: laptop admin dan penyimpanan awan.

Beri nama folder dengan tanggal, misalnya backup/2026-11-07, dan sertakan catatan berisi versi RouterOS serta model perangkat.

Langkah 5: restore dengan urutan yang benar

Urutan ini yang membedakan restore berhasil dari restore yang berakhir dengan router tanpa konfigurasi.

  1. Cocokkan versi lebih dulu. Jalankan /system resource print di perangkat tujuan, lalu bandingkan dengan versi di nama file. Kalau perangkat sudah naik versi, jalur yang lebih aman adalah import .rsc, bukan load .backup.
  2. Bersihkan konfigurasi kalau perlu. Untuk perangkat baru atau config yang sudah kacau, lakukan reset ke pengaturan pabrik lebih dulu. RouterOS menyimpan backup otomatis sebelum reset selama opsi skip-backup tidak diaktifkan, jadi langkah ini masih bisa dibatalkan.
  3. Unggah file .backup ke menu Files, lalu jalankan perintah load. Router akan meminta konfirmasi dan reboot sendiri setelah konfigurasi diterapkan.
routeros
/system backup load name=biner-20261107 password="kata-sandi-panjang"
  1. Untuk file teks, gunakan import dengan verbose agar setiap baris yang gagal terlihat. Import berjalan baris per baris, jadi tidak semua baris harus sukses.
routeros
/import file-name=cfg-20261107.rsc verbose=yes
  1. Kalau import berhenti di baris tertentu, perbaiki file lalu lanjutkan dari baris sesudahnya dengan skip-lines.
routeros
/import file-name=cfg-20261107.rsc verbose=yes skip-lines=123
  1. Setelah masuk, periksa empat hal sebelum trafik dilewatkan: alamat IP, default route, status interface, dan rule firewall. Baca juga cara mengamankan router MikroTik untuk memastikan tidak ada rule longgar yang ikut terbawa dari arsip lama.

Langkah 6: cloud backup, satu slot gratis per perangkat

MikroTik menyediakan penyimpanan backup terenkripsi di cloud mereka. Slot gratisnya satu per perangkat, ukuran maksimal 15MB, dan layanan ini tidak tersedia di instalasi x86. Router perlu bisa menjangkau cloud2.mikrotik.com pada port 15252.

routeros
/ip cloud set ddns-enabled=yes
/system backup cloud upload-file action=create-and-upload name=router-kantor password="kata-sandi-panjang"
/system backup cloud print detail

Perintah print detail menampilkan secret-download-key. Kunci itu bisa dipakai mengunduh backup dari perangkat lain, jadi perlakukan seperti password. Untuk mengambil file kembali:

routeros
/system backup cloud download-file action=download number=0

Kalau slot sudah terisi, upload berikutnya bisa langsung menggantikan yang lama dengan menambahkan replace=[/system backup cloud find 0]. Cloud hanya menerima file yang dienkripsi AES, jadi backup tanpa password akan ditolak.

Langkah 7: jadwalkan tanpa menumpuk file

Backup manual selalu kalah oleh kesibukan. Jadwalkan lewat script dan scheduler supaya berjalan mingguan.

routeros
/system script add name=backup-otomatis policy=read,write,test,sensitive source={
  /system backup save name=auto password="kata-sandi-panjang" encryption=aes-sha256
  /export show-sensitive file=auto-export
}
/system scheduler add name=backup-mingguan interval=1w start-time=02:00:00 on-event=backup-otomatis

Nama file yang tetap membuat arsip lama tertimpa, jadi penyimpanan tidak penuh. Kalau ingin riwayat per minggu, masukkan tanggal ke nama file dan hapus yang lama setelah disalin keluar.

Sebelum mengubah konfigurasi produksi, biasakan masuk safe mode dengan Ctrl+X. Perubahan yang memutus koneksi dibatalkan otomatis, jauh lebih cepat daripada restore penuh.

Kebiasaan yang membuat backup berguna

  1. Uji restore minimal sekali di perangkat lain atau CHR. Backup yang belum pernah diuji hanya dugaan.
  2. Simpan kata sandi backup di password manager, bukan di dalam file teks yang ikut terkirim.
  3. Selalu tulis versi RouterOS dan model perangkat di nama file.
  4. Jangan menaruh file .backup di folder berbagi. Isinya setara kunci gedung.
  5. Buat backup baru sebelum setiap perubahan besar, termasuk sebelum update RouterOS ke versi mayor.
  6. Setelah restore, ganti password user dan periksa sertifikat, karena akun dari arsip lama mungkin sudah seharusnya dicabut.

Kesalahan yang paling sering terjadi

GejalaPenyebabPerbaikan
Router reboot dengan konfigurasi kosongVersi RouterOS berbeda dari arsipSamakan versi, atau import .rsc
Kunci WireGuard hilang setelah importExport dibuat tanpa show-sensitiveExport ulang dengan show-sensitive
Tidak bisa login setelah restoreBackup membawa akun lama dari perangkat lainMasuk dengan akun arsip, lalu set ulang password
File backup tidak muncul di /fileNama sama dan tertimpa arsip sebelumnyaCek /file print, pakai nama bertanggal
Cloud backup ditolakFile tidak dienkripsi AESBuat ulang dengan password

Semua angka ukuran dan nama menu mengacu pada RouterOS v7. Periksa ulang manual MikroTik sebelum menerapkan di perangkat produksi, karena parameter seperti encryption dan cloud dapat berubah antar rilis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah backup biner bisa dipakai di perangkat berbeda?

Bisa dalam banyak kasus, tetapi file biner membawa MAC address perangkat asal. Untuk pindah model atau pindah versi RouterOS, export .rsc lebih aman karena isinya bisa diperiksa dan disesuaikan sebelum dipakai.

Apakah password admin ikut tersimpan di file export?

Tidak. Export tidak pernah memuat password akun RouterOS, bahkan saat memakai show-sensitive. Yang ikut hanya kunci dan secret layanan seperti WireGuard, wireless, dan PPP.

Berapa ukuran file backup RouterOS yang wajar?

Umumnya puluhan kilobyte sampai beberapa megabyte, tergantung jumlah rule, sertifikat, dan paket tambahan yang terpasang di perangkat.

Apakah log dan grafik trafik ikut tersimpan di backup?

Tidak. Backup berisi konfigurasi perangkat, bukan data monitoring. Riwayat log dan grafik tetap terpisah sehingga tidak bisa dibaca dari file backup.

Artikel terkait