RouterOS v7 vs RouterOS v6: Perbandingan Lengkap untuk MikroTik
· 4 menit baca

Daftar isi10 bagian
RouterOS v7 membawa kernel Linux baru, routing multiprotocol BGP dengan banyak worker, serta dukungan WireGuard. Artikel ini membandingkannya dengan v6 dari sisi fitur, performa, dan risiko migrasi agar Anda bisa memutuskan kapan saat tepat berpindah.

Pendahuluan
Sampai 2021, RouterOS v6 adalah standar de facto seluruh perangkat MikroTik. RouterOS v7 kemudian hadir dengan perubahan besar pada fondasi sistem operasi dan subsistem routing. Perbandingan ini membantu Anda memahami apa yang benar-benar berubah, apa yang tetap sama, dan kapan migrasi layak dilakukan.
Ringkasan Perbedaan Utama
| Aspek | RouterOS v6 | RouterOS v7 |
|---|---|---|
| Kernel | Linux 3.3.5 (2.6.x pada rilis awal) | Linux 5.6.3 (berevolusi di tiap rilis stabil) |
| Subsistem routing | Single-thread, tabel routing tunggal | Multithread, multiprotocol, mendukung banyak instance BGP |
| WireGuard | Tidak tersedia (hanya OpenVPN/L2TP/IPsec/SSTP/PPTP) | Native sejak v7.1 |
| BGP | Terbatas, satu proses per instance | Banyak worker, lebih cepat untuk tabel routing besar |
| Rute IPv6 | Fungsional tetapi terbatas | Dukungan penuh termasuk BGP IPv6 dan VRF |
| VRF | Minimal | Dukungan lengkap untuk segmentasi routing |
| Containers | Tidak ada | Tersedia pada perangkat ARM/ARM64 tertentu |
| ZeroTier, WireGuard, WireGuard peer | Tidak ada | Tersedia |
| Dukungan TLS/DoH/DoT pada DNS | Tidak ada | Tersedia (DoH/DoT) |
| Skema lisensi | Level 1-6 dengan batas interface | Skema level 1-6 baru, tanpa pembatasan interface pada banyak level |
1. Fondasi Sistem Operasi
Perubahan paling fundamental adalah naiknya versi kernel Linux dari 3.3.5 ke 5.6.3. Efeknya bukan sekadar nomor versi: dukungan driver modern, stack jaringan yang lebih matang, algoritma congestion control baru, dan kemampuan menjalankan container. Konsekuensinya, RouterOS v7 lebih berat secara memori dan CPU dibanding v6, sehingga perangkat lama dengan RAM kecil dan CPU single-core perlu dievaluasi ulang sebelum upgrade.
2. Routing dan BGP
Pada v6, BGP dijalankan dalam satu proses sehingga pembaruan tabel routing berskala besar menjadi bottleneck. Pada v7, BGP adalah multiprotocol dan dapat diskalakan memakai banyak worker, memungkinkan pengelolaan tabel penuh (full table) IPv4 dan IPv6, VRF, serta rute blackhole dan type lain secara lebih efisien. Untuk operator ISP yang butuh menerima full table dari dua upstream, v7 memberi peningkatan nyata, terutama sejak v7.12 ke atas yang makin stabil.
3. VPN dan Terowongan
Keunggulan paling populer v7 adalah WireGuard native. WireGuard menawarkan handshake cepat, konfigurasi sederhana, dan overhead lebih rendah dibanding IPsec atau OpenVPN untuk skenario site-to-site dan remote access. L2TP/IPsec dan SSTP tetap tersedia di kedua versi. Namun, PPTP tetap ada demi kompatibilitas meski sudah tidak disarankan karena kelemahan keamanannya di kedua versi.
4. Firewall, DNS, dan Fitur Tambahan
Fitur filter firewall inti (chain input/forward/output, address-list, layer-7, connection tracking) pada dasarnya sama. Perbedaan ada pada detail: v7 menambah dukungan DoH/DoT pada resolver DNS, memperluas opsi tls pada API, serta menyediakan container sehingga Anda bisa menjalankan layanan lain langsung di router. Beberapa fitur lama seperti MPLS tetap ada, sementara sejumlah modul lama (misalnya beberapa fungsionalitas radius yang sudah usang) disesuaikan.
5. Perbandingan Performa
| Skenario | RouterOS v6 | RouterOS v7 |
|---|---|---|
| Routing sederhana NAT (kecil) | Sangat cepat, overhead rendah | Sedikit lebih berat, hampir setara pada perangkat modern |
| BGP full table | Bottleneck CPU, sering tidak praktis | Jauh lebih baik dengan multithreading |
| WireGuard | Tidak tersedia | Cepat, dekat ke kecepatan native |
| Penggunaan RAM | Rendah | Lebih tinggi 20-60 persen tergantung fitur |
| Kestabilan rilis awal | Matang | v7.1-v7.10 banyak bug, membaik sejak v7.12+ |
Kapan Sebaiknya Migrasi?
Migrasi ke v7 disarankan bila: (1) Anda membutuhkan WireGuard atau container; (2) Anda mengelola BGP skala besar atau IPv6 secara serius; (3) perangkat Anda memiliki RAM minimal 256 MB dan CPU multicore; (4) Anda butuh DoH/DoT. Sebaliknya, tetap di v6 masih wajar untuk perangkat tua dengan RAM terbatas dan konfigurasi sederhana yang sudah stabil dan tidak butuh fitur baru.
Rekomendasi Praktis
-
Selalu cadangkan konfigurasi v6 (/export compact dan biner backup) sebelum upgrade.
-
Uji upgrade di perangkat lab atau CHR (Cloud Hosted Router) lebih dahulu.
-
Naik ke rilis stabil mutakhir (misalnya jalur 7.1x), jangan berhenti di v7.1.
-
Periksa ulang skrip, penjadwalan, dan manajemen API karena sebagian sintaks berubah.
-
Awasi penggunaan RAM dan CPU setelah migrasi selama minimal satu minggu.
-
Bila ragu, gunakan dual-boot via netinstall agar bisa kembali ke v6 dengan cepat.
Kesimpulan
RouterOS v7 bukan sekadar pembaruan minor, melainkan lompatan arsitektur. Manfaat terbesar dirasakan pada routing lanjutan, WireGuard, dan container. Untuk jaringan sederhana berperangkat tua, v6 masih bisa dipertahankan, tetapi arah jangka panjang jelas menuju v7.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah konfigurasi v6 bisa langsung dipakai di v7?
Sebagian besar perintah kompatibel, tetapi beberapa modul dan sintaks berubah. Selalu uji hasil /export di perangkat lab sebelum menerapkan ke produksi.
Apakah perangkat lama bisa menjalankan v7?
Bisa, jika RAM mencukupi (idealnya 256 MB ke atas) dan CPU multicore. Perangkat dengan RAM 64-128 MB sebaiknya tetap di v6.
Apakah WireGuard hanya ada di v7?
Ya, WireGuard native hanya tersedia sejak RouterOS v7.1.

