Lewati ke konten
mikrotik.ai.id
Perbandingan

hAP ax2 vs hAP ax3: Pilih Router MikroTik WiFi 6 Mana?

Redaksi MikroTik
· 6 menit baca
hAP ax2 vs hAP ax3: Pilih Router MikroTik WiFi 6 Mana?
Daftar isi9 bagian
Baca jugaReview MikroTik hAP ax2: Router WiFi 6 MurahPerangkat MikroTik

Dua router ini memakai chipset yang sama, IPQ-6010 quad-core ARM64. Keduanya juga sama-sama AX1800, dengan 574 Mbit/s di 2,4 GHz dan 1200 Mbit/s di 5 GHz. Jadi kalau perbandingan hAP ax2 vs hAP ax3 hanya dilihat dari angka Wi-Fi, hasilnya seri.

Bedanya ada di hal yang baru terasa setelah dipakai: jumlah dan kecepatan port, jam CPU, port USB, antena eksternal, batas suhu ruang, dan level lisensi RouterOS. Artikel ini membandingkan keduanya memakai lembar spesifikasi resmi MikroTik, lalu menunjukkan cara memilih sesuai kondisi jaringanmu.

Spesifikasi yang Sama di Keduanya

Kesamaan ini penting supaya kamu tidak membayar lebih untuk hal yang sudah ada di unit termurah.

KomponenhAP ax2hAP ax3
ChipsetIPQ-6010, 4 core ARM64IPQ-6010, 4 core ARM64
RAM dan storage1 GB dan 128 MB NAND1 GB dan 128 MB NAND
Wi-FiAX1800, 2 chainAX1800, 2 chain
Laju 2,4 GHz574 Mbit/s574 Mbit/s
Laju 5 GHz1200 Mbit/s1200 Mbit/s
RouterOSv7v7
PoE-inpassive 18-28 Vpassive 18-28 V

Artinya, untuk 20 sampai 30 perangkat rumah, keduanya punya otak yang sama besar. Wi-Fi 6, WPA3, dan driver wifi-qcom tersedia di dua unit.

Perbedaan yang Benar-benar Terasa

ParameterhAP ax2 (C52iG-5HaxD2HaxD-TC)hAP ax3 (C53UiG+5HPaxD2HPaxD)
Harga saran MikroTikUSD 99USD 139
CPU864 MHz tetapauto 864 sampai 1800 MHz
Lisensi RouterOSLevel 4Level 6
Port Ethernet5 x 1G4 x 1G dan 1 x 2,5G
PoE-outether1, 16,8 Wether1, 15 W
USBtidak ada1 x USB 3.0 tipe A
Antenainternal 4 dBi dan 4,5 dBi3,3 dBi dan 5,5 dBi, ada RP-SMA eksternal
Suhu ruang maksimal50 C70 C
Konsumsi maksimal27 W38 W
MTBFsekitar 100.000 jamsekitar 200.000 jam

Selisih 40 dolar itu tidak membeli Wi-Fi yang lebih cepat. Yang dibeli adalah port 2,5G, CPU yang bisa naik ke 1,8 GHz, USB 3.0, konektor antena, dan lisensi L6.

Angka Uji Ethernet: Tipis di Fast Path, Lebar di Filter

MikroTik menguji kedua unit dengan perangkat Xena dan metodologi RFC2544 pada paket 64, 512, dan 1518 byte. Potongan hasil berikut yang paling relevan untuk kantor kecil dan RT/RW Net.

Skenario paket 64 bytehAP ax2hAP ax3
Routing fast path659,7 Mbps668,2 Mbps
Routing dengan 25 simple queue190,6 Mbps254,9 Mbps
Routing dengan 25 ip filter rule122,4 Mbps153,3 Mbps
Bridging dengan 25 bridge filter188,8 Mbps254,9 Mbps

Pada paket besar 1518 byte, keduanya mentok di kisaran 2,6 Gbps karena batas port 1G. Perbedaan mulai terlihat saat ada aturan yang memaksa CPU bekerja per paket: filter firewall, queue, dan NAT. Di beban seperti itu, clock 1,8 GHz milik ax3 memberi ruang sekitar 25 persen lebih besar.

Yang perlu dicatat, IPsec satu tunnel AES-128-CBC dengan SHA1 tercatat sama persis di kedua unit, 878,1 Mbps. Offload enkripsinya identik karena chipnya identik.

Kapan hAP ax2 Sudah Cukup

  • Internet rumah 100 sampai 500 Mbps dengan modem berport 1G.
  • Perangkat aktif di bawah 30, tanpa server atau NAS yang ramai.
  • Tidak butuh USB untuk modem LTE cadangan.
  • Router diletakkan di ruang bersuhu normal, di bawah 50 C.
  • Tidak ada rencana menjual hotspot ke banyak pelanggan.

Untuk kondisi ini, ax2 memberi fitur RouterOS penuh dengan harga lebih rendah. Uang selisihnya lebih baik dipakai untuk kabel Cat6 atau UPS kecil.

Kapan hAP ax3 Lebih Masuk Akal

  • Paket ISP sudah di atas 1 Gbps, atau modem punya port 2,5G. Port 2,5G di ax3 bisa dipakai sebagai uplink, empat port lain untuk LAN.
  • Butuh modem LTE USB sebagai jalur cadangan. ax3 punya USB 3.0 dengan arus maksimal 1,5 A.
  • Banyak queue per pelanggan, misalnya RT/RW Net dengan 20 sampai 40 rumah. Lisensi L6 tidak membatasi jumlah pengguna hotspot aktif dan antrean seperti L4.
  • Ingin antena eksternal. Dua konektor RP-SMA di ax3 memungkinkan penggantian antena tanpa membongkar unit.
  • Dipasang di ruang panas, misalnya dekat atap atau panel listrik. Batas 70 C memberi margin.

Ulasan unit ini ada di review hAP ax3, termasuk catatan soal suhu dan konsumsi dayanya.

Lima Langkah Memilih Sebelum Membeli

  1. Catat kecepatan paket ISP dan tipe port modem. Kalau modem hanya 1G, port 2,5G di ax3 tidak akan terpakai.
  2. Hitung port yang dibutuhkan. ax2 punya 5 port 1G, ax3 punya 4 port 1G plus 1 port 2,5G. Kalau perangkat kabel lebih dari lima, siapkan switch, misalnya switch PoE 24 port.
  3. Tentukan apakah butuh USB. Tanpa USB, modem LTE cadangan harus berupa perangkat terpisah.
  4. Periksa kebutuhan lisensi dan kondisi unit yang sudah ada dari terminal RouterOS:
kode
/system license print
/system resource print
  1. Periksa suhu ruang pemasangan. Di atas 50 C, ax2 bekerja di luar spesifikasi pabrik.

Menguji Sendiri Setelah Terpasang

Jangan menilai router dari angka AX1800. Angka 574 dan 1200 Mbit/s adalah PHY rate, bukan throughput aplikasi. Uji di jaringan sendiri dengan dua perangkat RouterOS.

kode
/tool bandwidth-test address=192.168.88.20 direction=both duration=10s

Jalankan di luar jam sibuk, karena bandwidth-test memakai CPU dan bisa menurunkan kualitas panggilan kerja. Untuk melihat klien Wi-Fi yang menempel beserta laju sesungguhnya:

kode
/interface wifi registration-table print
/interface wifi monitor [find] once

Kalau hasil uji kabel berhenti di 940 Mbps pada port 1G, itu normal. Batas praktis Gigabit Ethernet ada di kisaran 940 sampai 950 Mbps setelah header paket.

Tiga Salah Kaprah yang Sering Muncul

Pertama, anggapan bahwa ax3 lebih cepat di Wi-Fi. Keduanya AX1800 dengan dua chain. Penguatan sinyal ax3 datang dari antena eksternal, bukan dari radio yang berbeda.

Kedua, menganggap lisensi L4 tidak layak untuk usaha. L4 cukup untuk hotspot kecil dan antrean terbatas. Batasnya baru terasa saat jumlah pengguna aktif bertambah. Lisensi bisa diupgrade lewat akun MikroTik, tetapi hitung biayanya lebih dulu sebelum memilih jalur ini.

Ketiga, mengira PoE-out bisa memberi daya ke semua access point. PoE di kedua unit bersifat passive, bukan 802.3af atau 802.3at. Perangkat standar dari merek lain belum tentu mau menyala.

Putusan

Untuk rumah dengan satu modem 1G dan belasan perangkat, hAP ax2 tidak menyisakan kekurangan berarti. Untuk kantor kecil, RT/RW Net, atau rumah dengan paket di atas 1G dan kebutuhan modem cadangan, ax3 lebih masuk akal karena port 2,5G dan lisensi L6 tidak bisa ditambahkan belakangan.

Kalau kebutuhanmu tumbuh ke routing antar-VLAN yang lebih berat, pertimbangkan kelas di atasnya. Perbandingan RB4011 vs RB5009 menunjukkan di mana batas perangkat rumahan berakhir.

Semua harga di artikel ini adalah harga saran MikroTik dalam dolar Amerika, belum termasuk pajak, ongkir, dan kurs distributor lokal. Spesifikasi serta hasil uji diambil dari halaman produk resmi MikroTik pada 4 November 2026.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah hAP ax2 dan hAP ax3 punya kecepatan Wi-Fi yang sama?

Ya. Keduanya memakai radio dual-band dual-chain dengan laju maksimal 574 Mbit/s di 2,4 GHz dan 1200 Mbit/s di 5 GHz, sehingga sama-sama masuk kelas AX1800. Perbedaan ada pada antena, port, dan tenaga CPU.

Apakah hAP ax2 cukup untuk paket internet 1 Gbps?

Cukup untuk modem berport 1G, dengan throughput kabel praktis sekitar 940 Mbps. Kalau paket di atas 1 Gbps dan modem punya port 2,5G, hAP ax3 lebih tepat karena menyediakan satu port 2,5G.

Apa beda lisensi RouterOS Level 4 dan Level 6?

Level 4 membatasi jumlah pengguna hotspot aktif dan antrean yang bisa dibuat, sedangkan Level 6 tidak membatasi keduanya. hAP ax2 dikirim dengan L4 dan hAP ax3 dengan L6.

Bisakah PoE-out hAP ax2 menghidupkan access point merek lain?

Belum tentu. PoE-out di hAP ax2 bersifat passive dengan daya total 16,8 W, bukan 802.3af atau 802.3at, sehingga perangkat yang menuntut negosiasi PoE standar tidak akan menyala.

Mana yang lebih cocok untuk RT/RW Net kecil?

hAP ax3, karena lisensi L6 tidak membatasi jumlah antrean dan pengguna hotspot, ditambah CPU yang bisa berjalan di 1,8 GHz untuk menangani filter serta queue per pelanggan.

Artikel terkait