Subnetting Dasar: Cara Menghitung CIDR dan Netmask
· 5 menit baca

Daftar isi9 bagian

Subnetting adalah cara membagi satu blok alamat IP menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil. Kalau kamu pernah mengelola router dan bertanya kenapa 192.168.1.0/24 hanya bisa menampung 254 perangkat, jawabannya ada di subnetting. Angka 24 di belakang garis miring itu menentukan seberapa besar jaringan yang kamu punya.
Panduan ini menjelaskan cara membaca notasi CIDR, menghitung jumlah host, dan membagi jaringan sesuai kebutuhan kantor, RT/RW Net, atau hotspot. Semua contoh memakai alamat privat yang biasa dipakai di MikroTik, jadi bisa langsung kamu coba di lab kecil.
Apa Itu Subnetting dan Kenapa Perlu
Alamat IPv4 panjangnya 32 bit. Tanpa subnetting, seluruh dunia dianggap satu jaringan raksasa dan tidak ada cara membedakan jaringan kantor A dengan jaringan kantor B. Subnetting memecah ruang alamat itu menjadi blok-blok terpisah, masing-masing dengan alamat jaringan (network address) dan alamat siaran (broadcast address) sendiri.
Di jaringan lokal, subnetting dipakai untuk tiga hal yang praktis: memisahkan trafik, membatasi broadcast, dan mempermudah aturan firewall. Router MikroTik membaca subnet dari IP address dan prefix, jadi kesalahan hitung di sini langsung terasa sebagai perangkat yang tidak bisa ping gateway.
Istilah yang Wajib Dikenal
- IP address: alamat 32 bit yang ditulis empat oktet, misalnya 192.168.1.10.
- Netmask (subnet mask): pola bit yang menandai bagian network dan bagian host, misalnya 255.255.255.0.
- CIDR: cara singkat menulis netmask dengan jumlah bit network, misalnya /24.
- Network address: alamat pertama di blok, semua bit host bernilai 0, misalnya 192.168.1.0.
- Broadcast address: alamat terakhir di blok, semua bit host bernilai 1, misalnya 192.168.1.255.
- Usable host: alamat di antara keduanya yang boleh dipakai perangkat.
Dua alamat pertama dan terakhir tidak bisa dipakai perangkat, karena itu jumlah host selalu 2^n dikurangi 2, dengan n adalah jumlah bit host.
Cara Membaca Notasi CIDR
Notasi /24 artinya 24 bit pertama dipakai sebagai bagian network, menyisakan 8 bit untuk host. Delapan bit host menghasilkan 256 alamat, dikurangi network dan broadcast menjadi 254 alamat yang bisa dipakai.
Tabel berikut merangkum prefix yang paling sering dipakai di jaringan kecil dan menengah.
| Prefix | Netmask | Total alamat | Host bisa dipakai | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| /30 | 255.255.255.252 | 4 | 2 | Link point to point antar router |
| /29 | 255.255.255.248 | 8 | 6 | Segmen kecil atau manajemen |
| /28 | 255.255.255.240 | 16 | 14 | Ruang server kecil |
| /27 | 255.255.255.224 | 32 | 30 | Kantor cabang |
| /26 | 255.255.255.192 | 64 | 62 | Kantor satu lantai |
| /25 | 255.255.255.128 | 128 | 126 | Sekolah kecil |
| /24 | 255.255.255.0 | 256 | 254 | Jaringan kantor standar |
| /23 | 255.255.254.0 | 512 | 510 | Kampus atau RT/RW Net besar |
| /22 | 255.255.252.0 | 1024 | 1022 | Hotspot publik ramai |
Kalau kamu hanya butuh 20 perangkat, /27 sudah lebih dari cukup. Memakai /24 untuk 20 perangkat tidak salah, tetapi menyia-nyiakan 234 alamat yang tidak pernah dipakai.
Menghitung Jumlah Host dengan Cepat
Rumusnya sederhana: host bisa dipakai sama dengan 2 pangkat jumlah bit host, lalu dikurangi dua. Untuk /26, bit host adalah 32 dikurangi 26, yaitu 6. Dua pangkat enam adalah 64, dikurangi dua menjadi 62.
Yang perlu diingat, jumlah alamat per blok selalu kelipatan pangkat dua. Jadi blok /26 berukuran 64 alamat dan selalu dimulai pada kelipatan 64: 0, 64, 128, 192. Kalau kamu menulis 192.168.1.70/26, alamat jaringannya bukan 70, melainkan 64, dan rentangnya 64 sampai 127.
Contoh Membagi Satu Jaringan /24 Menjadi Empat /26
Ambil 192.168.1.0/24. Kamu ingin memisahkan jaringan kantor, jaringan tamu, jaringan CCTV, dan jaringan server.
- Tentukan jumlah subnet yang dibutuhkan. Empat subnet berarti butuh dua bit tambahan, karena dua pangkat dua sama dengan empat. Prefix baru menjadi 24 ditambah 2, yaitu /26.
- Hitung ukuran tiap blok: 2 pangkat 6 sama dengan 64 alamat.
- Tulis blok berurutan mulai dari nol: 192.168.1.0/26, 192.168.1.64/26, 192.168.1.128/26, 192.168.1.192/26.
- Tandai alamat network dan broadcast tiap blok. Untuk blok pertama, network 192.168.1.0 dan broadcast 192.168.1.63. Untuk blok kedua, network 192.168.1.64 dan broadcast 192.168.1.127.
- Isi gateway dengan alamat pertama yang bisa dipakai, misalnya 192.168.1.1, 192.168.1.65, 192.168.1.129, dan 192.168.1.193.
Hasilnya empat jaringan terpisah yang masing-masing bisa menampung 62 perangkat. Aturan firewall di router jadi lebih rapi karena kamu bisa memblokir seluruh subnet tamu tanpa menyentuh subnet kantor.
Subnetting untuk Kebutuhan Nyata
Kantor 20 orang dengan satu printer jaringan dan beberapa kamera cukup memakai /27. Sisa alamat masih lega untuk laptop tamu.
Warung internet atau RT/RW Net dengan 40 sampai 60 pelanggan biasanya memakai /26 per segmen, lalu segmen dipisah lagi per blok pelanggan. Pembagian seperti ini memudahkan pembatasan bandwidth per kelompok, seperti yang dibahas di panduan setting RT/RW Net.
Hotspot publik di kafe atau penginapan lebih aman memakai subnet terpisah dari jaringan internal. Kalau hotspot tamu berada di /24 sendiri, aturan firewall bisa menutup akses tamu ke perangkat kantor tanpa risiko salah blokir.
Untuk jaringan kantor yang baru dibangun, konfigurasi dasar MikroTik RouterOS v7 biasanya sudah mencakup pembagian alamat ini. Kalau istilah dasarnya masih terasa asing, mulai dari pengertian MikroTik dan manfaatnya.
Subnetting di MikroTik
Di RouterOS, alamat IP selalu ditulis dengan prefix, misalnya 192.168.88.1/24 pada menu IP Address. Router otomatis menganggap seluruh 192.168.88.0/24 sebagai jaringan yang terhubung langsung, lalu membuat rute dinamis ke sana. Kamu tidak perlu menambah rute statis untuk jaringan yang alamatnya sudah dipasang di interface.
Saat memakai DHCP Server, pastikan pool alamat berada di dalam subnet yang sama. Kesalahan paling sering adalah pool 192.168.2.100 sampai 192.168.2.200 dipasang di interface ber-IP 192.168.1.1/24. DHCP akan jalan, tetapi klien mendapat alamat di luar jaringan router dan tidak bisa mengakses gateway.
Kalau butuh memecah jaringan tanpa menambah kabel, VLAN bisa dipakai di atas satu interface fisik. Setiap VLAN mendapat subnet sendiri, dan aturan firewall antar VLAN dibuat eksplisit.
Kesalahan Umum Saat Menghitung
Menghitung alamat network dari IP host tanpa melihat prefix. Alamat 10.10.10.100/28 bukan berada di jaringan 10.10.10.0, melainkan di 10.10.10.96.
Memakai alamat network atau broadcast untuk perangkat. Perangkat dengan alamat 192.168.1.192/26 pada blok 192.168.1.192/26 tidak akan bisa berkomunikasi normal.
Membuat dua subnet yang tumpang tindih. Contohnya 192.168.1.0/24 dan 192.168.1.128/25 dipasang di dua interface berbeda. Router akan menolak atau menghasilkan rute yang membingungkan.
Lupa bahwa subnet mask di sisi klien harus sama. Klien dengan IP 192.168.1.50/24 yang gateway-nya 192.168.1.193 akan menganggap gateway berada di luar jaringan dan tidak pernah mengirim paket ke sana.
Alat Bantu Menghitung
Untuk pekerjaan harian, kalkulator subnet lebih cepat daripada menghitung manual. Kamu bisa memakai kalkulator IP address untuk memeriksa network, broadcast, dan rentang host dari sebuah CIDR sebelum menempelkan konfigurasi ke router.
Setelah angkanya benar, uji di lab kecil sebelum diterapkan ke jaringan produksi. Satu salah prefix di jaringan kantor bisa memutus akses puluhan perangkat sekaligus, dan pemulihannya butuh akses fisik ke router.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda CIDR dan subnet mask?
Keduanya menunjuk hal yang sama dengan cara penulisan berbeda. CIDR menulis jumlah bit network, misalnya /24, sedangkan subnet mask menulis pola bit lengkapnya, 255.255.255.0. Router menerima dua bentuk itu sebagai satu informasi yang identik.
Berapa jumlah host yang bisa dipakai di jaringan /26?
Jaringan /26 punya 64 alamat total, dikurangi alamat network dan broadcast, jadi 62 alamat yang bisa dipakai perangkat. Blok /26 selalu dimulai pada kelipatan 64, misalnya 192.168.1.0, 192.168.1.64, 192.168.1.128, dan 192.168.1.192.
Apakah subnetting wajib dilakukan di MikroTik?
Tidak wajib. Satu jaringan /24 sudah cukup untuk banyak kantor kecil. Subnetting dipakai ketika kamu perlu memisahkan trafik, membatasi broadcast, atau membuat aturan firewall per kelompok perangkat, misalnya memisahkan hotspot tamu dari jaringan internal.
Kenapa klien DHCP tidak bisa ping gateway setelah subnet diubah?
Penyebab paling sering adalah pool DHCP yang masih memakai rentang lama. Kalau interface memakai 192.168.1.1/24 tetapi pool memberi alamat 192.168.2.100, klien berada di luar jaringan router. Perbaiki pool dan perbarui sewa DHCP klien.
